Gambaran Kebiasaan Konsumsi Ikan pada Balita Stunting di Kecamatan Liang Tahun 2024

Overview of Fish Consumption Habits Among Stunting Toddler in Liang District in 2024

Authors

  • Ramli Ramli Faculty of Public Health Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Rismawati H Sasia
  • Caca Sudarsa

DOI:

https://doi.org/10.51888/jpmeo.v3i1.269

Keywords:

Stunting, Balita, Konsumsi ikan

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Ikan adalah salah satu sumber protein untuk memenuhi kebutuhan gizi anak balita stunting karena ikan memiliki berbagai keunggulan sebagai sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang baik dan prospektif. Angka konsumsi ikan tingkat nasional pada tahun 2023 mencapai 60,9 kg/kapita. Angka konsumsi tingkat sulawesi tengah pada tahun 2023 melebihi angka nasional yaitu 67,58 kg/kapita. Untuk kabupaten banggai kepulauan angka konsumsi ikan pada tahun 2023 mencapai 15,46 kg/kapita angka ini masih rendah dibanding pencapaian angka konsumsi ikan tingkat nasional. Target konsumsi ikan tingkat nasional adalah 62,5 kg/kapita pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kebiasaan kosumsi ikan pada balita stunting di Kecamatan Liang. Penelitian ini adalah Observasional deskriptif dengan pendekatan Survei. Populasi penelitian adalah seluruh balita di kecamatan Liang sebanyak 418 balita, jumlah sampel 73 balita stunting. Teknik pengambilan sampel mengunakan random sampling dengan mengunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 73 Balita stunting di Kecamatan Liang, frekuensi mengonsumsi ikan paling banyak terdapat di kategori setiap yaitu 69 orang (94,5%), mengolah ikan dalam sehari yang paling banyak yaitu kategori baik 73 orang (100%), untuk jenis ikan yang paling banyak yaitu kategori baik 73 orang (100%), porsi ikan yang di makan yang paling banyak yaitu kategori baik sebanyak 73 orang (100%). Meskipun balita yang mengonsomsi ikan masih mengalami kejadian stunting disebabkan kurangnya asupan gizi seimbang dan memerlukan asupan nutrisi lainnya, selain protein dan asam lemak omega 3. Kesimpulan diharapkan pada keluarga balita stunting untuk memperhatikan pola makan dan Zat Gizi terutama protein pada ikan.

Stunting is a condition where a child experiences growth problems that cause his height to be inappropriate for his age. Fish is a source of protein to meet the nutritional needs of stunted toddlers because fish has various advantages as a good and prospective source of protein, fat, vitamins and minerals.  National level fish consumption figures in 2023 will reach 60.9 kg/capita. The consumption figure for Central Sulawesi in 2023 exceeds the national figure, namely 67.58 kg/capita. For the Bangai Islands district, fish consumption figures in 2023 will reach 15.46 kg/capita, this figure is still low compared to the national level fish consumption figures. The national fish consumption target is 62.5 kg/capita in 2024. The aim of this research is to obtain an overview of the fish consumption habits of stunted toddlers in Liang District. This research is descriptive observational with a survey approach. The research population was all 418 toddlers in Liang subdistrict, the sample size was 73 stunted toddlers. The sampling technique uses random sampling using univariate analysis. The results of this research show that there are 73 stunted toddlers in Liang District, the highest frequency of consuming fish is in the each category, namely 69 people (94.5%), the most fish processing in a day is in the good category, 73 people (100%), for The most common type of fish was in the good category, 73 people (100%), the largest portion of fish eaten was in the good category, 73 people (100%). Even though toddlers who consume fish still experience stunting due to a lack of balanced nutritional intake and require other nutritional intake, apart from protein and omega 3 fatty acids. The conclusion is that it is hoped that families of stunted toddlers will pay attention to diet and nutrients, especially protein in fish.

References

Rachim, A. N. F., & Pratiwi, R. (2017). Hubungan konsumsi ikan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6, 36-45.

Damanik, M. R., Syafii, S., Sriadhi. S., Habibi, H. Ridha, M., Harefa, H., Meilinda, S. 2017.

Diversifikasi Pengolahan Ikan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nelayan Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang.

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 23 No. 4, Oktober – Desember 2017.

Djunaidah, S. I. (2017). Tingkat konsumsi ikan di indonesia : ironi di negeri bahari. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 11, 12-24

Haryono, H., & Sauri, S. (2020). Komunitas ikan di perairan tawar wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah. Sriwijaya Bioscientia, 1(1), 1-7.

Kurniawan, A., Lestari, E., Anjani, T. P., Syaputra, D., Sari, Z. S., Alam, I. R., ... & Saputra, A. (2023). Pelabelan Kemasan Dengan Metode Stempel Sablon Pada Usaha

Downloads

Published

2024-09-30

How to Cite

Ramli, R., Rismawati H Sasia, & Sudarsa, C. . (2024). Gambaran Kebiasaan Konsumsi Ikan pada Balita Stunting di Kecamatan Liang Tahun 2024 : Overview of Fish Consumption Habits Among Stunting Toddler in Liang District in 2024. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 3(1), 51–56. https://doi.org/10.51888/jpmeo.v3i1.269