Manajemen Logistik Nonmedis di RSUD Luwuk Kabupaten Banggai: Studi Kualitatif Deskriptif
Non-Medical Logistics Management at Luwuk Regional General Hospital, Banggai Regency: A Descriptive Qualitative Study
DOI:
https://doi.org/10.51888/bkm.v4i3.543Keywords:
Logistik nonmedis, rumah sakit, inventori, penerimaan barang, sistem informasiAbstract
Manajemen logistik merupakan komponen strategis dalam mendukung keberlangsungan operasional rumah sakit karena memastikan barang penunjang tersedia dalam kondisi, jumlah, dan waktu yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan pengelolaan logistik nonmedis pada Unit Logistik RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan dilaksanakan pada tahun 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa logistik umum mencakup kebutuhan nonmedis penunjang operasional, antara lain alat tulis kantor dan perlengkapan kebersihan. Penerimaan barang dilakukan melalui pemeriksaan fisik terhadap spesifikasi, kondisi, dan jumlah berdasarkan dokumen pembelian. Barang yang tidak sesuai diklarifikasi dengan vendor, sedangkan barang yang sesuai dicatat dalam sistem inventori. Kendala utama adalah belum sinkronnya waktu kedatangan barang dengan pembaruan data inventori, yang berpotensi menimbulkan perbedaan stok fisik dan catatan sistem serta menghambat perencanaan dan distribusi. Penguatan koordinasi, standar waktu pencatatan, rekonsiliasi stok berkala, dan pengembangan sistem inventori yang lebih terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan logistik nonmedis.
Logistics management is a strategic component of hospital operations because it helps ensure that supporting goods are available in the appropriate condition, quantity, and time. This study aimed to analyze and describe non-medical logistics management in the Logistics Unit of Luwuk Regional General Hospital, Banggai Regency. A descriptive qualitative approach was used, and the study was conducted in 2025. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review. The data were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and method triangulation were used to maintain credibility. The findings showed that general logistics included non-medical resources supporting hospital operations, particularly office supplies and cleaning equipment. Goods receiving involved physical inspection to verify specifications, condition, and quantity against purchasing documents. Non-conforming goods were clarified with vendors, whereas conforming goods were entered into the inventory system. The main problem was inconsistent synchronization between goods arrival and inventory-system updates, potentially creating discrepancies between physical stock and system records and affecting planning and distribution. Stronger coordination, clear recording-time standards, periodic stock reconciliation, and a more integrated inventory system are recommended to improve non-medical logistics management.
References
Arcapela, R. A. S., Ismandani, R. S., Santoso, B., Kristanto, B., & Kurniawan, H. D. (2025). Manajemen logistik barang nonmedis di Rumah Sakit Dr. OEN Kandang Sapi Solo. Jurnal Pembangunan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, 9(3), 13-34.
Fallahnezhad, M., Langarizadeh, M., & Vahabzadeh, A. (2024). Key performance indicators of hospital supply chain: A systematic review. BMC Health Services Research, 24, 1610. https://doi.org/10.1186/s12913-024-11954-5
Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020.
Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024.
Jebbor, S., Chiheb, R., El Afia, A., & Gallab, M. (2023). Designing a fully automated and integrated inventory and replenishment system for hospitals. International Journal of Systems Science: Operations & Logistics, 10(1), Article 1962429. https://doi.org/10.1080/23302674.2021.1962429
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Neve, B. V., & Schmidt, C. P. (2022). Point-of-use hospital inventory management with inaccurate usage capture. Health Care Management Science, 25(1), 126-145. https://doi.org/10.1007/s10729-021-09573-1
Novilasari, T. A. (2023). Penerapan sistem informasi inventori barang berbasis web pada Gudang Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang. Jurnal Sistem Informasi, 13(2), 77-82. https://doi.org/10.51998/jsi.v13i2.541
Rahmatullah, M., Mahsyar, A., & Rahim, S. (2020). Manajemen logistik non medis di Rumah Sakit Umum Daerah Salewangan Maros. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP), 1(3), 834-847. https://doi.org/10.26618/kimap.v1i3.3744
Tampubolon, L., Hartono, B., & Mulya, A. (2025). Analisis manajemen perencanaan logistik non medis di RS Pekanbaru Medical Center tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 1159-1167. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.40836
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitrianty Sutadi Lanyumba, Hasriyanti Amien

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
