Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tataba Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026
Factors Associated with the Incidence of Stunting Among Children Under Five in the Working Area of the Tataba Community Health Center, Buko District, Banggai Islands Regency, in 2026
DOI:
https://doi.org/10.51888/bkm.v5i1.560Keywords:
Stunting, balita, faktor-faktor yang berhubunganAbstract
Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting secara nasional pada tahun 2022 sebesar 21,6%. Di Provinsi Sulawesi Tengah prevalensi stunting tercatat sebesar 27,2% dan kemudian menurun menjadi 26,1%, namun masih berada di atas target nasional sebesar 14%. Sementara itu, Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami peningkatan prevalensi stunting dari 27,7% pada tahun 2023 menjadi 28,4% pada tahun 2024. Kondisi tersebut juga ditemukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tataba dengan 89 kasus balita stunting atau sebesar 24,28% pada tahun 2026. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tataba sebanyak 477 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tataba mencapai 50,0%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil (p < 0,001), berat badan lahir (p < 0,001), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p < 0,001) dengan kejadian stunting pada balita (p < 0,05). Sebaliknya, riwayat Kekurangan Energi Kronik (KEK) (p = 0,070) dan riwayat anemia pada ibu hamil (p = 0,204) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05).Diharapkan Puskesmas Tataba dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi mengenai usia ideal kehamilan, pemenuhan gizi selama kehamilan, pencegahan berat badan lahir rendah (BBLR), serta pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting.
Stunting remains a public health issue requiring serious attention. According to the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the national stunting prevalence in 2022 was 21.6%. In Central Sulawesi Province, the prevalence was recorded at 27.2% and subsequently declined to 26.1%, yet it remained above the national target of 14%. Meanwhile, Banggai Kepulauan Regency experienced an increase in stunting prevalence from 27.7% in 2023 to 28.4% in 2024. A similar situation was observed in the Tataba Community Health Center (Puskesmas) working area, with 89 cases of stunted children under five (24.28%) recorded in 2026. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all children under five in the Tataba Puskesmas working area (N=477), with a sample of 150 respondents selected using proportional random sampling. Data analysis was conducted using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the incidence of stunting among children under five in the Tataba Puskesmas area reached 50.0%. Statistical analysis revealed significant associations between stunting and maternal age during pregnancy (p < 0.001), birth weight (p < 0.001), and history of exclusive breastfeeding (p < 0.001). Conversely, no significant associations were found regarding a history of Chronic Energy Deficiency (CED) (p = 0.070) or a history of anemia during pregnancy (p = 0.204). It is recommended that Tataba Puskesmas enhance promotive and preventive efforts through education on the ideal age for pregnancy, nutritional intake during pregnancy, prevention of low birth weight (LBW), and the importance of exclusive breastfeeding as measures to prevent stunting.
References
S.K.S.G.I. (2022) Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.
Agustia, R., Rahman, N. and Hermiyanty (2018) “Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Tambang Paboya, Kota Palu,” Journal of Nutrition and Health, 2(2), pp. 59–62. Available at: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/ghidza.
Andi Sari Bunga Untung, Riza Afriani Margaresa, Marti Rahayu Diah Kusumawati, Bhinuri Damawanti and T.R.N.P. (2018) Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pelaksanaan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Pencegahan Stunting. Available at: https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2021/11/Juknis-Implementasi-KPP-Stunting_buku-2_ISBN.pdf.
Asrida Darmis (2023) Faktor Risiko Stunting Pada Anak 1000 Hari Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ikur Kota Padang. Available at: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/1019/1/ASRIDA%20D ARMIS.pdf.
Eldrian, F. et al. (2023) “Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Cipadung Kota Bandung,” Jurnal Manajemen Kesehatan, 9(1), pp. 80–89. Available at: www.jurnal.stikes-yrsds.ac.id.
Farhan, K. and Dhanny, D.R. (2021) “Anemia Ibu Hamil dan Efeknya pada Bayi,” Muhammadiyah Journal of Midwifery, 2(1). Available at: https://doi.org/10.24853/myjm.2.1.27-33.
Fatihunnajah, M.F. and Budiono, I. (2023) “Faktor Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan,” Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(1), pp. 69–79. Available at: https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i1.57748.
Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep. et al. (2021) Strategi Menurunkan Prevalensi Gizi Kurang pada Balita. Available at: https://repository.deepublish.com/media/publications/610360-strategi-menurunkan-prevalensi-gizi-kura-ad28de03.pdf.
Hartati, S. and Zulminiati, Z. (2020) “Fakta-Fakta Penerapan Penilaian Otentik di Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Padang,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), pp. 1035–1044. Available at: https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521.
Hidayani, W.R. (2020) “Riwayat Penyakit Infeksi yang Berhubungan dengan Stunting di Indonesia: Literature Review,” Peran Tenaga Kesehatan dalam Menurunkan Kejadian Stunting, 2(01), pp. 45–53. Available at: https://ejurnal.respati-tasikmalaya.ac.id/index.php/semnas/article/view/264.
Hidayati, N. (2021) “Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting,” Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), pp. 8–17. Available at: https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/524.
Husna, A. and Farisni, T.N. (2022) “Hubungan ASI Eksklusif Dengan Stunting Pada Anak Balita Di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya,” Jurnal Biology Education, 10(1), pp. 33–43. Available at: https://ojs.serambimekkah.ac.id.
Kementerian Kesehatan (2018) Keluarga Bebas Stunting. Available at: https://kemkes.go.id/eng/keluarga-bebas-stunting.
Kusnanto, P.H. (2018) Tri Siswati: Stunting. Yogyakarta: Husada Mandiri. Available at: https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/5206/2/buku%20stunting%20lengkap.pdf.
Laila, R., Syahda, S. and Lubis, D.S. (2022) “Hubungan Anemia Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di UPTD Puskesmas Kampar,” Evidence Midwifery Journal, 1(1). Available at: https://doi.org/10.31004/emj.v1i1.19556.
Lobo, W.I., Talahatu, A.H. and Riwu, R. (2019) “Faktor Penentu Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang,” Media Kesehatan Masyarakat, 1(2), pp. 59–67. Available at: https://ejurnal.undana.ac.id/MKM.
Lusiani, V.H. and Anggraeni, A.D. (2021) “Hubungan Frekuensi dan Durasi Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas,” Journal of Nursing Practice and Education, 2(1), pp. 1–13. Available at: https://doi.org/10.34305/jnpe.v2i1.374.
Mediani, H.S. (2020) “Predictors of Stunting Among Children Under Five Year of Age in Indonesia: A Scoping Review,” Global Journal of Health Science, 12(8), pp. 83–95. Available at: https://doi.org/10.5539/gjhs.v12n8p83.
Mediloka, M., Lestari, I.P. and Nurvinanda, R. (2023) “Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian Stunting pada Balita,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), pp. 155–164. Available at: https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.2063.
Mulyaningrum, F.M., Susanti, M.M. and Nuur, U.A. (2021) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Wilayah Grobogan,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus, 10, pp. 74–84. Available at: http://jurnal.stikescendikiautamakudus.ac.id.
Nanda Mirani, Ayunin Syahida and Mukhlisiana (2021) “Prevalensi Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri di Kota Langsa,” Journal of Health Promotion, 4(2), pp. 132–137. Available at: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/1486/1276.
Octalica Zakia, O., Rumiyati, E. and Agussafutri, W.D. (2022) “Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Kepatuhan Kunjungan Posyandu Terhadap Status Gizi Anak Usia Toddler Di Desa Beduri Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo,” 02. Available at: https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/8569/.
Purnama AL, J., Hasanuddin, I. and Sulaeman, S. (2021) “Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan,” Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 6(1), pp. 75–85. Available at: https://doi.org/10.37362/jkph.v6i1.528. Puskesmas Tataba, K.B.K. (2026) Data Stunting.
Pusmaika, R. et al. (2022) “Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kabupaten Tangerang,” Indonesia Health Issue, 1, pp. 49–56. Available at: https://inhis.pubmedia.id/index.php/inhis/article/view/11.
Puspita, S. and Faulina, R. (2025) “Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak,” Jurnal Ners, 9(4), pp. 6828–6831. Available at: http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners.
Putri, V.D. and Levia, A.T. (2022) “Hubungan Berat Badan Lahir terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 2-5 Tahun,” Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 7(2), pp. 147–151. Available at: https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v7i2.192.
Putri, Z.S., Tresnasari, C. and Islami, U. (2025) “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Baros,” Jurnal Riset Kedokteran, 5(1), pp. 15–22. Available at: https://doi.org/10.29313/jrk.v5i1.6609.
Rahmalia, F.Y. and Azinar, M. (2024) “Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan,” Akselerasi: Jurnal Ilmiah Nasional, 6(1), pp. 43–52. Available at: https://doi.org/10.54783/jin.v6i1.881.
Rahmawati, V.E., Pamungkasari, E.P. and Murti, B. (2018) “Determinants of Stunting and Child Development in Jombang District,” Journal of Maternal and Child Health, 3(1), pp. 68–80. Available at: https://doi.org/10.26911/thejmch.2018.03.01.07.
Rangga, P. et al. (2025) “Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Balita,” The Journal of Mother and Child Health Concerns, 5(1), pp. 120–130. Available at: https://e-jurnal.iphorr.com/index.php/mchc.
Sandi and Rahmadhita, K. (2020) “Permasalahan Stunting dan Pencegahannya,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), pp. 225–229. Available at: https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.253.
Setiyawati, M.E. et al. (2022) “Studi Literatur: Keadaan dan Penanganan Stunting di Indonesia,” 8(2), pp. 179–186. Available at: https://doi.org/10.3781/ikraith-humaniora.v8i2.
Sholihah, S.C. (2025) “Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Dradah,” 6(April 2023), pp. 9154–9165. Available at: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/10859.
Soerachmad, Y. et al. (2022) “Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), pp. 170–181. Available at: https://doi.org/10.35329/jkesmas.v8i2.3213.
Soliman, A. et al. (2021) “Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to Adulthood,” Acta Biomedica, 92(1), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.23750/abm.v92i1.11346.
Sumarni, S., Oktavianisya, N. and Suprayitno, E. (2020) “Pemberian ASI Eksklusif Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang,” Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 5(1), pp. 39–43. Available at: https://jurnal.kesdammedan.ac.id/index.php/jurhesti/article/view/174.
Supriyanto, Y., Paramashanti, B.A. and Astiti, D. (2017) “Berat Badan Lahir Rendah Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 5(1), pp. 23–30. Available at: https://doi.org/10.21927/ijnd.2017.5(1).23-30.
Tanzil, L. and Hafriani, H. (2021) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan,” Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(1), pp. 25–31. Available at: https://doi.org/10.33024/jkm.v7i1.3390.
TP2AK (2020) Apa Itu Stunting? Available at: https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2020/09/FAQ-Serial-Apa-itu-Stunting-Final.pdf.
Vasera, R.A. et al. (2023) “Hubungan Pemberian Imunisasi dengan Kejadian Anak Stunting di Puskesmas Sungai Aur Pasaman Barat Tahun 2021,” Jurnal Kedokteran STM, 6(1). Available at: https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/stm.
Wahyuni, T. and Diansabila, J. (2021) “Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar Kolesterol pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran,” Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 1(2), p. 54. Available at: https://doi.org/10.24853/mjnf.1.2.54-59.
Wardita, Y., Suprayitno, E. and Kurniyati, E.M. (2021) “Determinan Kejadian Stunting pada Balita,” Journal of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), pp. 7–12. Available at: https://doi.org/10.24929/jik.v6i1.1347.
Warsini, K.T., Hadi, H. and Nurdiati, D.S. (2016) “Riwayat KEK dan Anemia pada Ibu Hamil Tidak Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 4(1), pp. 29–40. Available at: http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND/article/view/335.
Wiartin, I.R., Darmapatni, M.W.G. and Tedjasulaksana, R. (2025) “Hubungan Usia Ibu Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting pada Balita,” Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 13(1), pp. 1–6. Available at: https://doi.org/10.32922/jkp.v13i1.996.
Wulandari, P. et al. (2025) “Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Rongkop Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2025,” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(3), pp. 610–619. Available at: https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/933.
Yanti, N.A. (2024) Hubungan Anemia dan KEK pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Cimarga Tahun 2022. Karya Tulis Ilmiah. Rangkasbitung: Universitas La Tansa Mashiro.
Yudhistirana, M.N. and Nulanda, M. (2025) “Determinan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 4(April). Available at: https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5723.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herawati, Fitrianty S. Lanyumba, Utami Asana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
