Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong

Factors Associated with Chronic Energy Deficiency (CED) in Pregnant Women in the Work Area of Simpong Health Center

Authors

  • anisa salsabillah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Herawati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Dwi Wahyu Balebu

DOI:

https://doi.org/10.51888/bkm.v5i1.564

Keywords:

Faktor-Faktor yang Berhubungan, Kekurangan Energi Kronik, Ibu Hamil

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi 24,2% pada tahun 2025, berada di atas target nasional (10%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong tahun 2026.

Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan unmatched case-control. Sampel berjumlah 102 responden (51 kasus dan 51 kontrol) yang dipilih dari populasi sumber ibu hamil trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan estimasi crude Odds Ratio (cOR) beserta 95% Confidence Interval (CI).

Hasil: Pada analisis bivariat, terdapat asosiasi yang signifikan antara riwayat emesis gravidarum parah (cOR = 4,400; 95% CI: 1,148–16,868; p = 0,044), riwayat anemia (cOR = 2,417; 95% CI: 1,088–5,368; p = 0,047), dan pendapatan keluarga rendah (cOR = 2,496; 95% CI: 1,105–5,639; p = 0,043) dengan status KEK. Jarak kehamilan (p = 0,357), paritas (p = 0,576), dan riwayat Antenatal Care (p = 0,534) tidak menunjukkan bukti asosiasi yang bermakna secara statistik pada sampel penelitian.

Kesimpulan: Riwayat emesis gravidarum parah, riwayat anemia, dan pendapatan keluarga rendah berhubungan dengan status KEK pada analisis bivariat. Karena estimasi yang diperoleh merupakan crude Odds Ratio, hasil penelitian ini menunjukkan asosiasi pada analisis bivariat dan belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa variabel tersebut merupakan faktor independen atau faktor utama. Intervensi di tingkat pelayanan dapat diarahkan pada deteksi dini emesis, pencegahan dan penanganan anemia, serta dukungan gizi bagi ibu hamil dari keluarga berpendapatan rendah.

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in the Simpong Public Health Center working area remains a public health concern, with a prevalence of 24.2% in 2025, exceeding the national target of 10%. This study aimed to analyze factors associated with CED status among pregnant women in the Simpong Public Health Center working area in 2026.

Methods: This was an analytic observational study with an unmatched case-control design. The sample consisted of 102 respondents (51 cases and 51 controls) selected from the source population of pregnant women in the second and third trimesters in the Simpong Public Health Center working area. Bivariate analysis used the Chi-Square test and crude Odds Ratio (cOR) with 95% Confidence Interval (CI).

Results: In bivariate analysis, significant associations were observed between a history of severe emesis gravidarum (cOR = 4.400; 95% CI: 1.148–16.868; p = 0.044), a history of anemia (cOR = 2.417; 95% CI: 1.088–5.368; p = 0.047), and low family income (cOR = 2.496; 95% CI: 1.105–5.639; p = 0.043) and CED status. Interpregnancy interval (p = 0.357), parity (p = 0.576), and history of Antenatal Care (p = 0.534) showed no statistically significant evidence of association in this sample.

Conclusion: A history of severe emesis gravidarum, a history of anemia, and low family income were associated with CED status in bivariate analysis. Because the estimates were crude Odds Ratios, these findings should not be interpreted as evidence that the variables are independent or main determinants. Programmatic attention may be directed toward early detection of emesis, anemia prevention and management, and nutritional support for pregnant women from low-income families.

References

Agusmarinda, R., Ananti, Y., & Purnamasari, I. (2025). Hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Amanah, 9(1), 109–124. https://doi.org/10.57214/jka.v9i1.747

Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai. (2025). Laporan profil kesehatan Kabupaten Banggai tahun 2025. Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.

Febriyana, S., Suhaeni, E., & Pratiwi, W. (2024). Hubungan usia ibu hamil dan riwayat Antenatal Care (ANC) dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 7273–7279.

Fitriah, I. P., Bd, F., Oknalia, V., Saputri, L. A., Bebasari, M., Merry, Y. A., & Hayati, N. F. (2023). Anemia dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 124–129. https://doi.org/10.33757/jik.v7i1.704

Heryunanto, D., Putri, S., Izzah, R., Ariyani, Y., & Kharin Herbawani, C. (2022). Gambaran kondisi Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil di Indonesia, faktor penyebabnya, serta dampaknya. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1792–1805. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i2.4627

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2025–2029. Kemenkes RI.

Lemeshow, S., Hosmer Jr, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. John Wiley & Sons.

Marlina, L., Nurhayati, N., & Novianti, A. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 8(1), 58–67. https://doi.org/10.30596/jkm.v8i1.9214

Marlinda, Madiyanti, D. A., & Mei, E. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di RS Harapan Bunda Lampung Tengah. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 391–408. https://doi.org/10.52657/jik.v14i2.3024

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (2025). Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.15.14.1/485/Dis.Nakertrans-G.St/2025 tentang penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026. Pemprov Sulteng.

Purwanti, F. R., & Dewi, S. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Jurnal Berita Kesehatan, 18(1), 236–248.

Puskesmas Simpong. (2025). Laporan program gizi dan register kohort ibu hamil Puskesmas Simpong tahun 2025. Puskesmas Simpong.

Rizki, S., Sari, E. P., Sari, I., & Anggraini, A. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pembina Kota Palembang tahun 2024. Indonesian Journal of Health Science, 5(2), 410–418. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i2.1442

Suryanto, D. (2023). Umur, anemia dan paritas sebagai faktor kejadian KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Kelayan Dalam. Health Research Journal of Indonesia (HRJI), 2(1), 15–21. https://doi.org/10.63004/hrji.v2i1.279

World Health Organization. (2025). Global nutrition targets 2030: To improve maternal, infant and young child nutrition. World Health Organization.

Yunola, S., & Anggraini, H. (2025). Hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di TPMB. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 16(2), 394–399. https://doi.org/10.30633/jkms.v16i2.30801

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

salsabillah, anisa, Herawati, & Balebu, D. W. (2026). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong: Factors Associated with Chronic Energy Deficiency (CED) in Pregnant Women in the Work Area of Simpong Health Center. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 5(1), 56–64. https://doi.org/10.51888/bkm.v5i1.564