Gambaran Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pada Balita Penderita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Hunduhon Tahun 2026
Overview of the Implementation of Community-Led Total Sanitation for Stunted Children Under Five in the Hunduhon Community Health Center Working Area in 2026
Keywords:
Stunting, STBM, BalitaAbstract
Studi ini berangkat dari tingginya kasus stunting yang diduga berkaitan dengan kesenjangan kesehatan lingkungan, sehingga diperlukan penilaian sistematis terhadap praktik sanitasi rumah tangga sebagai dasar perbaikan program. Penelitian ini mengevaluasi implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada lima pilar sanitasi di rumah tangga yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Hunduhon, Kabupaten Banggai. Sebanyak 56 ibu/keluarga disurvei untuk memperoleh data penerapan STBM. Berdasarkan penilaian lima pilar STBM, ditemukan bahwa pada Pilar 1 (Stop Buang Air Besar Sembarangan), sebanyak 80,4% rumah tangga memenuhi syarat. Namun, 19,6% belum memenuhi karena tidak memiliki jamban pribadi yang layak atau menggunakan fasilitas yang kurang higienis, ditandai drainase buruk serta konstruksi yang dinilai tidak aman. Pada Pilar 2 (Cuci Tangan Pakai Sabun), 100% rumah tangga tidak memenuhi syarat akibat ketidakkonsistenan teknik cuci tangan, durasi yang tidak memadai, serta belum mempraktikkan kebersihan tangan pada waktu kritis sebelum berkontak fisik dengan anak. Pada Pilar 3 (Air Minum Aman dan Pengelolaan Makanan), 100% rumah tangga memenuhi standar melalui penggunaan air rebus atau air galon serta penerapan kebersihan dalam penyiapan dan penyimpanan makanan. Selanjutnya, pada Pilar 4 (Pengelolaan Sampah Rumah Tangga), 76,8% memenuhi syarat, sedangkan 23,2% tidak memenuhi karena tidak melakukan pemilahan sampah dan tidak tersedianya tempat pembuangan yang khusus. Terakhir, pada Pilar 5 (Pengelolaan Limbah Cair), 100% rumah tangga gagal memenuhi syarat karena tidak adanya SPAL yang memadai dan masih terdapat greywater dari dapur serta kamar mandi yang menggenang terbuka di sekitar rumah. Kesimpulannya, meskipun capaian relatif baik pada air minum dan pengelolaan sampah, masih terdapat kegagalan praktik pada kepatuhan cuci tangan, pengelolaan limbah cair, dan praktik buang air besar yang belum aman. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan edukasi kesehatan yang lebih terarah serta peningkatan infrastruktur sanitasi untuk membantu menurunkan stunting.
This study addresses the high prevalence of stunting, which is suspected to be linked to environmental health issues; consequently, a systematic assessment of household sanitation practices is required as a foundational improvement measure. The study aimed to implement the Community-Based Total Sanitation (STBM) program—focusing on its five pillars—within households with stunted toddlers in the working area of the Hunduhon Community Health Center (Puskesmas), Banggai Regency. Data on STBM implementation were collected through a survey of 56 mothers/families. The assessment of the five STBM pillars revealed that for Pillar 1 (Stopping Open Defecation), 80.4% of households met the requirements. However, 19.6% failed to meet the criteria due to the lack of proper private latrines or the use of unhygienic facilities, characterized by poor drainage and unsafe construction. Regarding Pillar 2 (Handwashing with Soap), 100% of households failed to meet the requirements due to inconsistent handwashing techniques, inadequate duration, and a failure to practice hand hygiene at critical times—specifically before physical contact with the child. For Pillar 3 (Safe Drinking Water and Food Management), 100% of households met the standards by using boiled water or bottled water and maintaining hygiene during food preparation and storage. Furthermore, regarding Pillar 4 (Household Waste Management), 76.8% of households met the requirements, while 23.2% did not, due to a lack of waste segregation and the absence of designated disposal sites. Finally, for Pillar 5 (Liquid Waste Management), 100% of households failed to meet the requirements; there was no adequate domestic wastewater disposal system (SPAL), and greywater from kitchens and bathrooms was observed pooling openly around the houses. In conclusion, while achievements were relatively good regarding drinking water and solid waste management, there were still shortcomings in handwashing practices, liquid waste management, and safe defecation practices. These findings underscore the need for more targeted health education and improved sanitation infrastructure to help reduce stunting.
References
Antonio Suarez Weise. (2025). Global Nutrition Targets. World Health Organization, 9.
Anwar Amir, Asrijun Juhanto, R. A. (2023). Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia. Pengaruh Lima Pilar STBM Terhadap Angka Kejadian Stunting Di Kecamatan Camba Kabupaten Maros, 7(1), 23–28.
Arum, A., Nindya, A., Kasjono, H. S., Rois, I., Kesehatan, J., Poltekkes, L., & Yogyakarta, K. (2025). Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanotasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kebon. Jurnal Promkes, x, 36–41.
Cahyani, V. U., Yunitasari, E., Indarwati, R., & Keperawatan, F. (2019). Social Support as the Main Factor in Providing Specific Nutrition Interventions for ChildrenAged 6-24 Months with Stunting Events based on Transcultural Nursing. Pediomaternal Nursing Journal, 5(1), 77–88. http://e-journal.unair.ac.id/PMNJ%7C77JournalHomepage:https://e-journal.unair.ac.id/PMNJ/index
Choirunisa, S., & Adisasmita, A. C. (2014). Pendapatan Daerah, Pembiayaan Kesehatan, dan Gizi Buruk pada Balita: Studi Korelasi Tingkat Kabupaten/Kota. Kesmas: National Public Health Journal, 9(1), 64. https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i1.458
DEPKES RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tentang STBM
Desyanti, Chamilia, and Triska Susila Nindya. 2017. “Hubungan Riwayat Penyakit Diare Dan Praktik Higiene Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya.” Amerta Nutrition 1(3): 243.
Fink, G., Günther, I., & Hill, K. (2011). The effect of water and sanitation on child health: evidence from the demographic and health surveys 1986-2007. International journal of epidemiology
Haryanti, S. Y. (2019). Anemia and CED in Pregnant Women as Risk Factors for Low Birth Weight (LBW) Babies. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(1), 322–329.
Jayantari, D., Hedo, P. K., Putri, S. I., Ahmadi, K. G. S., & Jefry, A. (2024). Maternal factors contributed as important risk factors of stunting among children under 5 years old in East Java , Indonesia. Journal of Public Health and Development, 22(3), 27–37. https://doi.org/10.55131/jphd/2024/220303
Kemenkes RI. (2014). Permenkes No 3 Tahun 2014. 1(22 Jan), 1–17.
Kemenkes RI. (2016). Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-non-penyakit/defisiensi-nutrisi/stunting?utm_source=chatgpt.com
Kemenkes RI. (2020a). Penyebab Langsung dan Tidak Langsung Stunting. Admin Stunting.
Kemenkes RI. (2020b). STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.
Kemenkes RI. (2024). Prevalensi Stunting. Survei Kesehatan Indonesia. https://sulteng.antaranews.com/berita/348309/sulteng-perkuat-kolaborasi-lintas-sektor-turunkan-stunting
Kemenkes RI. (2025). SSGI 2024 : Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
Kusumawardhani, A., Nurruhyuliawati, W., & Garna, H. (2020). Hubungan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah dan Jumlah Anak dalam Keluarga dengan Kejadian Stunting Usia 12-59 Bulan di Desa Panyirapan Kabupaten Bandung. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 2(1), 81–85. https://doi.org/10.29313/jiks.v2i1.5582
Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang Tahun 2019.
Lourenc, H., Augusto, A., & Cobayashi, F. (2013). Factors associated with stunting and overweight in Amazonian children : a population-based , cross-sectional study. Public Health Nutrition, 17(3), 551–560. https://doi.org/10.1017/S1368980013000190
Melati, E. (2024). Penerapan program STBM pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(2). https://doi.org/10.51933/health.v9i2.1526
Perpres RI. (2021). Penurunan Stunting. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Profil Puskesmas Hunduhon, 2025
Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2022). Keluarga Bebas Stunting.
Republik, K. K. I. (2018). (2018). Potret Kesehatan Indonesia dari RISKESDAS 2018. Sehat Negeriku., 13–16. https://kemkes.go.id/id/potret-sehat-indonesia-riskesdas-2018
riani, A. (2021). Gambaran Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Desa Padang Timur Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 113–135.
Soesanti, I. S., Shofiya, D., Winarko, W., Mujayanto, M., & Rahmania, R. (2022). Buang air sembarangan dan stunting. Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 193–199. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1SP.193-199
Studi, P., Sanitasi, D., Kesehatan, P., & Padang, K. (2019). GAMBARAN Tentang Pemicuan Sanitasi Total Kabupaten Kampar Tahun 2019 Tugas Akhir Oleh : Yulaila Jurusan Kesehatan
Unicef. (2021). Why Children are still dying and what can be done.
Utama, S. R., Rosita, Y., & Ahyanti, M. (2023). Gambaran penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di wilayah risiko stunting Kota Bandar Lampung. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(3), 156–165. https://doi.org/10.26630/rj.v17i3.4218
Wardani, D. K. (2022). Influence of the Maternal Factor of Mother on Stunting in the Age of 24-59 Months in the Working Area of UPT Puskesmas Sopaah. Media by Gizi Kesmas, 11(2), 386–393.
WHO. (2018a). Length/height-for-age. Length/Height-for-Age. https://www.who.int/toolkits/child-growth-standards/standards/length-height-for-age
WHO. (2018b). Malnutrition. Malnutrition. https://www.who.int/health-topics/malnutrition?utm_source=chatgpt.com#tab=tab_1
World Bank. (2016). Republic of Indonesia Scaling Up Rural Sanitation and Hygiene in Indonesia. Public Disclosure Authorized.
Zulkifli, A., Rahmat, K. B., & Ruhban, A. (2018). Analisis hubungan kualitas air minum dan kejadian diare di Wawondula sebagai wilayah pemberdayaan PT. Vale Sorowako. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 12(1), 50–58. https://doi.org/10.32382/medkes.v12i1.128
Zurhayati, & Hidayah, N. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Journal of Midwifery Science, 6(1), 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 syagita alifah muhgal, Marselina Sattu, Yunita sari Thirayo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
