Asupan Gizi Balita Stunting di Daerah Pesisir Kecamatan Bualemo Tahun 2022
Nutritional Intake of Stunting Toddlers in the Coastal Area, Bualemo District in 2022
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v14i2.223Keywords:
Asupan Gizi, balita, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis pada anak balita yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama. Stunting pada anak disebabkan karena hasil jangka panjang pola konsumsi kronis diet yang memiliki kualitas yang buruk dan diiringi dengan morbiditas, penyakit infeksi, serta masalah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui asupan gizi balita stunting di daerah pesisir Kecamatan Bualemo tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan subjek penelitian yaitu 47 balita stunting usia 12-59 bulan di daerah lokus stunting di pesisir Kecamatan Bualemo. Pengukuran asupan gizi menggunakan metode recall 24 jam. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh asupan karbohidrat kurang (97,9%), asupan karbohidrat baik (2,1%), asupan protein kurang (42,6%), asupan protein baik (34,0%), asupan zat besi kurang (83,0%), asupan zat besi baik (2,1%), asupan zinc kurang (78,7%), asupan zinc baik (4,3%), asupan kalsium kurang (83,0%), asupan kalsium baik (2,1%), asupan vitamin D kurang (93,6%), dan asupan vitamin D baik (4,3%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asupan karbohidrat, zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D dalam kategori sangat kurang. Oleh karena itu disarankan perlu dilakukannya sosialisasi kepada orang tua balita tentang upaya pemenuhan gizi balita yang mengandung karbohidrat, zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D dengan memanfaatkan sumber pangan lokal. Stunting is a problem of chronic malnutrition in children under five which is caused by a lack of nutritional intake for a long time. Stunting in children is caused by the long-term results of chronic consumption patterns of poor quality diets and is accompanied by morbidity, infectious diseases and environmental problems. The aim of the research is to determine the nutritional intake of stunted toddlers in the coastal areas of Bualemo District in 2022. This research is a descriptive observational study with research subjects namely 47 stunted toddlers aged 12-59 months in the stunting locus area in the coastal Bualemo District. Measuring nutritional intake uses the 24 hour recall method. Descriptive data analysis. The results of the study showed that carbohydrate intake was low (97.9%), good carbohydrate intake (2.1%), low protein intake (42.6%), good protein intake (34.0%), low iron intake (83. 0%), good iron intake (2.1%), low zinc intake (78.7%), good zinc intake (4.3%), low calcium intake (83.0%), good calcium intake (2 .1%), vitamin D intake was poor (93.6%), and vitamin D intake was good (4.3%). From the research results it can be concluded that the intake of carbohydrates, iron, zinc, calcium and vitamin D is in the very deficient category. Therefore, it is recommended that there be outreach to parents of toddlers about efforts to fulfill toddler nutrition which contains carbohydrates, iron, zinc, calcium and vitamin D by utilizing local food sources.References
Daracantika, A., Ainin, A., & Besral, B. (2021). Pengaruh Negatif Stunting terhadap Perkembangan Kognitif Anak. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 1(2), 124–134. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i2.4647, diakses pada 28 Januari 2022.
Fardiani, N. A., & Flora, R. (2020). Pola Asuh Dan Pola Makan Balita Stunting Di Wilayah Pesisir Pantai Teluk Betung Timur. Undergraduate, Sriwijaya University.https://doi.org/10/RAMA_13201_10011381621170_0227097101_06_ref.pdf, diakses pada 28 Jnauari 2022.
Femidio, M., & Muniroh, L. (2020). Perbedaan Pola Asuh dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non-Stunting di Wilayah Pesisir Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutrition, 4(1), 49–57. https://doi.org/10.20473/amnt.v4i1.2020.49-57, diakses pada 28 Januari 2022.
Fitra, N. (2017). Hubungan faktor asupan makanan dan kondisi penyakit dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja puskesmas barombong kota makassar Diploma, UIN Alauddin Makassar. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/9704/, diakses pada 30 Januari 2022.
Halim, K. (2020, May 11). Fungsi Zinc dan Perannya bagi Kesehatan Tubuh. Jovee.Id. https://jovee.id/peran-dan-fungsi-zinc-bagi-kesehatan-tubuh/, diakses pada 2 Februari 2022.
SSGI. (2021). Hasil Survey Status Gizi Indonesia Tahun 2021 tingkat Kabupaten Kota. https://www.slideshare.net/ssuser200d5e/hasil-survey-status-gizi-indonesia-tahun-2021-tingkat-kabupaten-kota?from_action=save, diakses pada 23 April 2022.
Velishya, A. (2020, June 3). Kalsium, Seperti Apa Kandungannya?. Jovee.Id. https://jovee.id/kalsium-seperti-apa-kandungannya/, diakses pada 13 April 2022.
Adelia, D.A.N. (2019). Kejadian Stunting Berdasarkan Riwayat Persalinan Pada Anak Usia 36 – 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Abang I Kabupaten Karangasem - Repository Politeknik Kesehatan Denpasar. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/2672/, diakses pada 20 April 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). https://www.kemkes.go.id/article/view/21122800001/penurunan prevalensi-stunting-tahun-2021-sebagai-modal-menuju-generasi-emas-indonesia-2045.html, diakses pada 21 April 2022.
Kusdalinah, K., & Suryani, D. (2021). Asupan zat gizi makro dan mikro pada anak sekolah dasar yang stunting di Kota Bengkulu. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(1), 93–99. https://doi.org/10.30867/action.v6i1.385, diakses pada 2 Februari 2022.
La’biran, F. J. (2020). Hubungan Antara Pola Makan Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 25-59 Bulan Di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar Tahun 2020. Other, Universitas Hasanuddin. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/966/, diakses pada 5 Februari 2022.
Zhafirah. (2020). Manfaat Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak. https://www.generasimaju.co.id/manfaat-zat-besi-untuk-tumbuh-kembang-anak, diakses pada 20 April 2022.
Putri, A. (2021). Mengenal Manfaat Karbohidrat, Jenis dan Risikonya. http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1292-mengenal-manfaat-karbohidrat-jenis-dan-risikonya, diakses pada 5 Februari 2022.
Munairah, M. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bamban Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Diploma, Universitas Islam Kalimantan MAB. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/10931/, diakses pada 6 Februari 2022.
Rahman, F. D. (2018). Pengaruh Pola Pemberian Makanan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kasiyan, dan Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember). The Indonesian Journal of Health Science, 10(1), Article 1. https://doi.org/10.32528/the.v10i1.1451, diakses pada 6 Februari 2022.
Sari, I. P. (2020). Perbedaan Pola Pemberian Makan Pada Balita Stunting Dengan Balita Sehat Di Wilayah Kerja Puskesmas Burneh Kabupaten Bangkalan. Undergraduate, Universitas Muhammadiyah Gresik. https://doi.org/10/BAB%206.pdf, diakses pada 6 Februari 2022.
Tanjung, M. A. (2019). Gambaran Pola Makan Anak Balita Stunting Di Desa Sidoharjo I Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. http://repo.poltekkesmedan.ac.id/jspui/bitstream/123456789/1674/1/KTI%20MAHDINA%20ALIFA%20TANJUNG.pdf, diakses pada 29 Januari 2022.
Zhafira, L. Z. (2020). Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Diploma, Poltekkes Kemenkes Surabaya. https://doi.org/10/Bab%202.pdf, diakses pada 30 Januari 2022.
Thamaria, Netty. (2017). Bahan Ajar Gizi: Penilaian Status Gizi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf, diakses pada 29 Januari 2022.
Widiyanti, N.M. (2021). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Kurang Pada Balita Di UPT Puskesmas Klungkung I. Poltekkes Kemenkes Denpasar. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/7257/7/Halaman%20Depan.pdf, diakses pada 30 Januari 2022.
Fathia, F. R., Arum, D. N. S., & Kurniati, A. (2019). Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Blaita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul. Repository Poltekkesjogja. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2244/3/CHAPTER%20II.pdf, diakses pada 28 Januari 2022.
Utari, D. S., Waryana, Elza, & Ismail (2019). Kajian Kejadian Stunting Pada Balita Berdasarkan Karakteristik Keluarga Di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1014/4/chapter2.doc.pdf, diakses pada 20 Januari 2022.
Jufri, N. (2017). Analisis Profil Protein Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) Berbasis SDS-PAGE Dengan Variasi Lama Marinasi Dan Konsentrasi Asam Cuka. Repository Universitas Muhamadiyah Semarang. http://repository.unimus.ac.id/1710/4/12%20BAB%20II.pdf, diakses pada 30 Januari 2022.
Abdillah Fajar, S. (2019). Handbook Azura Buku Saku Gizi. https://www.academia.edu/38105622/BUKU_SAKU_GIZI_Pediatric_Youth_Adult_Geriatri_Catatan_untuk_Ahli_Gizi_Indonesia_SVASTHA_HARENA, diakses pada 25 April 2022.
Martony, O., Lestriana, D., & Amri, Z.(2020). Pemberdayaan Ibu Untuk Perbaikan Pola Konsumsi Ikan Terhadap Peningkatan Asupan Protein, Kalsium, Zink dan Z-Score Tinggi Badan Menurut Umur Pada Balita Stunting. poltekkes medan. http://repo.poltekkes-medan.ac.id/xmlui/handle/123456789/2429, diakses pada 01 September 2022.
Kusumayanti, D. & Herawati, D. M. D. (2021). Asupan Gizi dan Pola Makan Anak Stunting Usia 12-23 Bulan Di Desa Lokasi Khusus (Lokus) Kabupaten Cirebon. ejournal persagi. http://ejournal.persagi.org/index.php/Gizi_Indon/article/view/446, diakses pada 01 September 2022.
Alfoni, W. (2020). Gambaran Asupan Energi dan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Baduta (Bawah Dua Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Medan. poltekkes medan. http://ecampus.poltekkes-medan.ac.id/xmlui/handle/123456789/4870, diakses pada 01 September 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Erni Yusnita Lalusu, Rahimatul Azmi, Anang Samudera Otoluwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.