Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai

Health Socialization to the Community in Pagimana Village, Pagimana District, Banggai Regency

Authors

  • Caca Sudarsa Fakultas Kesehatan Masyaarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Ramli Ramli Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Fitra Suhanda Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Asrianti A. Palalo Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Nurafni Labodu Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Rachcely D. Abdullah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Tita Aulia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Farina Rahman Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Saskia A. Rahman Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Sindi Aulia Putri Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Anisa D. Muthalib Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Greiss M Sindaling Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Midayani N. Maida Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Sukmawati Nang Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/maleo.v3i2.319

Keywords:

Pengalaman belajar lapangan, pengetahuan, sikap, sikap masyarakat

Abstract

Penanganan sampah masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Pagimana, salah satunya adalah masih banyak aktivitas masyarakat yang buang sampah sembarangan. Permasalahan stunting yang masih belum terkontrol dengan baik di Wilayah Kelurahan Pagimana. Penanganan air limbah yang masih belum maksimal karena kurangnya kesadaran masyarakat terkait penggunaan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah). Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kebiasaan masyarakat yang masih belum memilah sampah dan mengolah sampah dengan baik. Adapun permasalahan penyakit menular yang masih tinggi. Selain itu, masih kurangnya masyarakat Kelurahan Pagimana yang mengetahui tentang Program KB. Kebiasaan merokok juga masih belum bisa ditinggalkan karena ada kandungan zat nikotin yang bersifat adiktif bagi tubuh. Permasalahan kurangnya masyarakat yang datang ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan tekanan darah dan gula darahnya guna mencegah penyakit seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Selanjutnya, permasalahan tentang PTM (Penyakit Tidak Menular) di mana penyakit ini termasuk penyebab kematian terbanyak di dunia termasuk Indonesia. Adapun penyakit berbasis lingkungan yang terjadi akibat masalah sanitasi air bersih dan penanganan sampah serta limbah yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Permasalahan selanjutnya tentang gizi yang masih belum terpenuhi akibat beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Jenis kegiatan ini menggunakan metode penelitian deskriptif, lalu data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil pre-test dan post-test program intervensi Stunting, SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah), JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik, Pencegahan Penyakit Menular, Program KB, Bahaya Merokok, Pentingnya Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah, Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Penyakit Berbasis Lingkungan, dan Gizi Seimbang menunjukkan bahwa pengetahuan responden masih dalam kategori cukup, sedangkan sikap masyarakat sudah dalam kategori baik. Petugas kesehatan setempat perlu bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Pagimana untuk melakukan sosialisasi penyuluhan tentang penyakit dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pagimana untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terutama dalam bidang kesehatan individu maupun kelompok. 

Waste management is still a serious problem in Pagimana Village, one of which is that there are still many community activities that litter. The problem of stunting that is still not well controlled in the Pagimana Village Area. Wastewater management is still not optimal due to the lack of public awareness regarding the use of SPAL (Wastewater Drainage Channels). In addition, many people still do not know about the JKN (National Health Insurance) program. The habit of people who still do not sort and process waste properly. There is also the problem of infectious diseases that are still high. In addition, there are still few people in Pagimana Village who know about the Family Planning Program. The habit of smoking also cannot be abandoned because it contains nicotine which is addictive to the body. The problem of the lack of people coming to health services to check their blood pressure and blood sugar to prevent diseases such as Hypertension and Diabetes Mellitus. Furthermore, the problem of PTM (Non-Communicable Diseases) where this disease is one of the leading causes of death in the world including Indonesia. There are environmental-based diseases that occur due to problems with clean water sanitation and handling of waste and waste that does not meet cleanliness requirements. The next problem is about nutrition that has not been met due to several factors, one of which is the lack of knowledge about balanced nutrition. This type of activity uses a descriptive research method, then the data is collected using a questionnaire and processed computerized and presented in the form of a frequency distribution table. The results of the pre-test and post-test of the Stunting intervention program, SPAL (Wastewater Drainage Channel), JKN (National Health Insurance), Sorting of Organic and Inorganic Waste, Prevention of Infectious Diseases, Family Planning Program, Dangers of Smoking, Importance of Blood Pressure and Blood Sugar Checks, Prevention of Non-Communicable Diseases, Environmentally Based Diseases, and Balanced Nutrition show that the respondents' knowledge is still in the sufficient category, while the community's attitude is already in the good category. Local health workers need to work together with the Pagimana Village government to conduct socialization and counseling about diseases and PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) to the entire Pagimana Village community to improve community knowledge and attitudes, especially in the field of individual and group health.

References

Budianto, Y., Agung Akbar Program Studi D-III Keperawatan, M., Al-Ma, Stik., Baturaja, arif, Hatta No, J. M., Timur, B., Komering Ulu, O., & Selatan, S. (2023). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STUNTING TERHADAP POLA PEMBERIAN NUTRISI PADA BALITA. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP

Brion, L. P., Heyne, R., & Lair, C. S. (2021). Role of zinc in neonatal growth and brain growth: review and scoping review. Pediatr Res, 89(7), 1627-1640. doi:10.1038/s41390-020-01181-z

Erika. (2023). MENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT PENTINGNYA DETEKSI DINI DIABETES MELITUS MELALUI PENYULUHAN DAN PENGUKURAN GULA DAN TEKANAN DARAH. EJOIN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 1, 685–697. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/ejoin

Hasanah, L., & Sumarni, S. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Masyarakat dalam Mengolah Sampah di Kecamatan Kalianget Correlation of Knowledge Level and Attitude towards Community Behavior in Processing Garbage in Kalianget District. Buletin Kesehatan Lingkungan Masyarakat, 41, 144–148. https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/keslingmas/issue/archive

Khoiriyah, H. A., Widiyawati, W., Lita Fitrianur, W., & Suminar, E. (2024). Analisis Faktor Perilaku Masyarakat dalam Membuang Sampah di Sungai dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Elisabeth Health Jurnal, 9, 2541–4992. https://doi.org/10.52317/ehj.v9i2.630

Malini, D. M., Setiawati, T., Alipn, K., & Fitriani, N. (2023). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Mengenai Gizi Seimbang dengan Status Gizi pada Masa Pandemi Covid-19. Malahayati Nursing Journal, 5(8), 2727–2737. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i8.10359

Ridha Munawarah, V., Ayu Anggraini, W., Azzahra, D., Pramita Gurning, F., Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, P., Kesehatan Masyarakat, F., Islam Negeri Sumatera Utara, U., & Author, C. (2023). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA LAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS (LITERATURE REVIEW). 4(3).

Siswanto, Y., & Lestari, P. I. (2020). Pengetahuan Penyakit Tidak Menular dan Faktor Risiko Perilaku pada Remaja. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2, 1–6. http://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/

Sumatri, A. (2015) Kesehatan Lingkungan. 3rd edn. Jakarta: kencana.

Yusnita Lalusu, E., Wahyu Balebu, D., Thirayo, Y. S., & Sattu, M. (2024). Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Merokok Meningkat Melalui Kegiatan penyuluhan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai. Jurnal Pengabdian Maleo, 2, 42–60. https://journal.fkm-untika.ac.id/index.php/jat

Downloads

Published

2025-04-25

How to Cite

Sudarsa, C., Ramli, R. ., Suhanda, F. ., Palalo, A. A. ., Labodu, N. ., Abdullah, R. D. ., … Nang, S. . (2025). Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Health Socialization to the Community in Pagimana Village, Pagimana District, Banggai Regency. Jurnal Pengabdian MALEO, 3(2), 58–71. https://doi.org/10.51888/maleo.v3i2.319

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)