Perilaku Seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan dengan Riwayat Penyakit Menular Seksual di Kabupaten Banggai
Sexual Behavior of Docker with Sexual Infected History in Banggai Regency
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v9i2.12Keywords:
PMS, Perilaku Seksual Beresiko, Buruh PelabuhanAbstract
Perilaku seksual dapat beresiko terjadinya Penyakit menular seksual (PMS) bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal. Kasus Penyakit Menular Seksual yang ditemukan pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita yaitu sebanyak 24 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku seksual Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan yang pernah menderita penyakit menular seksual di Kabupaten Banggai. Lokasi penelitian dilakukan di kabupaten Banggai pada tahun 2016. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan direkam. Jumlah informan 17 orang, yang tidak bersedia diwawancara sebanyak 6 orang dan 1 orang telah meninggal dunia informan kunci sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan sudah melakukan perilaku seksual yang beresiko yaitu perilaku seksual yang dilakukan secara berganti-gantian pasangan serta tidak menggunakan alat kontrasepsi dan terakhir kali informan melakukan hubungan seksual dengan wanita yang beresiko yaitu wanita pekerja seksual. Masyarakat diperlukan mendapatkan infomasi tentang perilaku-perilaku seksual yang beresiko pada kesehatan terutama tentang kesehatan reproduksi, sehingga kedepanyya mereka tidak akan mendapatkan penyakit yang dapat merugikan diri mereka sendiri.
Sexual behavior can be at risk of sexually transmitted diseases (STDs) when having sexual intercourse by changing partners via vaginal, oral, or anal. Cases of sexually transmitted diseases were found in Port Loading and Unloading Workers who had suffered as many as 24 people. The purpose of this study was to determine the sexual behavior of Port Load Unloading Workers who had suffered from sexually transmitted diseases in Banggai District. The research location was conducted in Banggai district in 2016. The research was conducted in October-November 2016. This study used a qualitative method with in-depth interviews and recorded approaches. There were 17 informants, 6 of whom were unwilling to be interviewed and 2 of them had died as key informants. The results showed that the informants had carried out at risk sexual behavior that is sexual behavior that was carried out alternately-changing partners and did not use contraception and the last time the informant had sexual relations with women who were at risk namely women who were sex workers. Communities are required to get information about sexual behaviors that pose a risk to health, especially about reproductive health, so that in the future they will not get diseases that can harm themselves.
References
Bidullah, R. (2018). Perilaku Ibu Bayi Dalam Pemberian Asi Pada Etnis Banggai Di Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan.
[Guadeline] CDC. “Update To CDC’s Sexually Transmitted Diseases Teartment Guadelines, 2006: Fluoroquinolones No Longer Recommended For Treatment Of Gonococcal Infections”. MMM WR Morb Wkly Rep.
Daili, (2008), Penanggulangan Infeksi Menular Seksual. Jakarta: FK UI
Daili, F.S., Makes.,Zubair, Judanarso. (2010). Infeksimenular Seksual. Jakarta: FK UI
Eny Kusmiran, (2013). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Greta Hapsari Amalya, Perilaku Pemakain Kondom Dengan Kejadian IMS. Jurnal Keperawatan Ilmiah Stikes Hang Tua Surabaya Volume 3.
Hall M.A. “Chancroid: Treatment & Medication”. Emedicine Specialties. Drematology. Bacterial Infections. Di Perbaharui: 9 Jun 2010.
Kementrian Kesehatan RI. (2011). Situasi Epidemiologi HIV – AIDS Di Indonesia.
Kementrian Kesehatanri. (2012). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012.
Kemenkes. 2013, Data Profil Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.
Kementrian Kesehatan RI (2014), Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014.
M. Taufik, FKM UI, (2010). Analisis Penyebab Perilaku Hubungan Seksual Pra Nikah Pada Remaja Di Kota Pontianak (Studi Kualitatif).
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.
Obi Andareto, (2015). Penyakit Menular Di Sekitar Anda, Jakarta: Pustaka Ilmu Semesta.
Pawestri Dansetyowati, D. (2012). Gambaran Perilaku Seksual Pranikah Pada Mahasiswa Pelaku Seks Pranikah Di Universitas X Semarang. Seminar Hasil-Hasil Penelitian ISBN: 978-602-18809-0-6. Semarang: LLPM Unimus.
Syahrianti, Eti. (2008). Perilaku Seksual Mahasiswa Dan Indokosan Dan Moralitas.[ Skripsi]. UIN Sunan Kalijaga: Sosiologi Agama.
Salitigo, (2010), Gambaran IMS Di RSUP.H. Adam Malik Medan Tahun 2009.
STBP, (2011), Penelitian Karesteristik Penderita IMS
Suriawira. (2002). Dampak Dan Bahaya Minuman Keras.( Http://Www.Pikiran-Rakyat.Com/Cetak/0902/05/Khazana/Index.Htm)
UU Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009.
Widodo, Urip Puji. (2007). Perilaku Seks Bebas Pada Seorang Alkoholik. Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma, Depok.
World Health Organization. (2008), Infeksi Menular Seksual.
World Health Organization, (2007). Sexually Transmitted Infections. Available
From: Http://Www.Who.Int/Mediacentre/Factsheets/Fs110/En/ [Accessed 13-01-2012].
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Supardi Sombeng, Herawati Herawati, Sandi Novryanto Sakati, Bambang Dwicahya, Maria Kanan, Ramli Ramli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.