Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Pendewasaan Usia Perkawinan pada Siswa-siswi SMP IT Maarif, Sepaku

The Effect of Education on the Knowledge of Maturation of Marriage Age in SMP IT Al-Maarif Students, Sepaku

Authors

  • Erri Larene Safika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman
  • Ryzkita Pusparini
  • Muhammad Zhuhry Nuur Abdillah
  • Olivia Syahra Nuraini A.M.
  • Cahya Putri Ramadani

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v14i2.219

Keywords:

Pendewasaan usia perkawinan, pernikahan dini, stunting

Abstract

Angka pernikahan dini di Indonesia mengalami penurunan dalam sepuluh dekade terakhir, namun masih landai. Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah dengan angka pernikahan dini cukup tinggi. Siswa-siswi SMP IT Maarif merupakan remaja yang rentan melakukan pernikahan dini. Di sekolah tersebut belum pernah diadakan edukasi atau penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) untuk mencegah pernikahan dini. mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan PUP pada siswa-siswi SMP IT Maarif. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan desain one group pre-test post-test. Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan PUP dengan materi pengertian dan tujuan pendewasaan usia perkawinan, undang-undang perkawinan, bahaya pernikahan dini, kesehatan reproduksi, dan stunting dengan durasi 60 menit. Subjek penelitian adalah seluruh siswa-siswi SMP IT Maarif. Nilai pre-test dan post-test dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah diberikan intervensi. Hasil: sebanyak 47 siswa-siswi menjadi subjek penelitian ini. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa-siswi mengenai PUP setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: pemberikan penyuluhan PUP mampu meningkatkan pengetahuan remaja tentang PUP. Perlu sistem edukasi atau penyuluhan yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang PUP dan menurunkan angka pernikahan dini.  

The rate of early marriage in Indonesia has decreased in the last ten decades, but is still sloping. Sukaraja Village, Sepaku District, East Kalimantan is one of the areas with a fairly high rate of early marriage. Students of SMP IT Maarif are adolescents who are vulnerable to early marriage. There had never been any education or counseling on Marriage Age Maturation (MAM) to prevent early marriage. Objective: to determine the effect of education on changes in MAM knowledge among SMP IT Maarif students. This research was a quasi experimental with one group pre-test post-test design. The intervention provided was in the form of MAM lecture with material on the understanding and objectives of MAM, marriage age laws, the dangers of early marriage, reproductive health, and stunting with a duration of 60 minutes. The research subjects were all SMP IT Maarif students. Pre-test and post-test scores were analyzed using the Wilcoxon Test to determine changes in knowledge after being given the intervention. Results: 47 students were the subjects of this research. There was a significant increase in students' knowledge regarding MAM after being given the intervention. Conclusion: providing MAM education can increase adolescents' knowledge. An integrated education or counseling system is needed to increase adolescents' knowledge about MAM and reduce the rate of early marriage.

References

Adedokun, O., Adeyemi, O., & Dauda, C. (2016). Child marriage and maternal health risks among young mothers in Gombi, Adamawa state, Nigeria: Implications for mortality, entitlements and freedoms. African Health Sciences, 16(4), 986–999. https://doi.org/10.4314/ahs.v16i4.15

Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Badan Pusat Statistik, 6–10.

Guilbert, N. (2013). Early marriage, women empowerment and child mortality: Married too young to be a good mother? Journal of Economic Literature, 33, 1–23.

Kim, R., Mejía-Guevara, I., Corsi, D. J., Aguayo, V. M., & Subramanian, S. V. (2017). Relative importance of 13 correlates of child stunting in South Asia: Insights from nationally representative data from Afghanistan, Bangladesh, India, Nepal, and Pakistan. Social Science and Medicine, 187, 144–154. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2017.06.017

Larasati, D. A., Nindya, T. S., & Arief, Y. S. (2018). Hubungan antara Kehamilan Remaja dan Riwayat Pemberian ASI Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pujon Kabupaten Malang. Amerta Nutrition, 2(4), 392. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.392-401

Lee-Rife, S., Malhotra, A., Warner, A., & Glinski, A. M. (2012). What Works to Prevent Child Marriage: A Review of the Evidence. Studies in Family Planning, 43(4), 287–303. https://doi.org/10.1111/j.1728-4465.2012.00327.x

Ma’arif F. (2017). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sosial Budaya dengan Sikap Remaja Terkait Pendewasaan Usia Perkawinan. In Jurnal Biometrika dan kependudukan (Vol. 7, p. 1).

Madinah, S., Rahfiludin, M. Z., & S. A, N. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Thd Tingkat Pengetahuan Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(1), 332–340.

Muhajarah, K., & Fitriani, E. (2022). Edukasi Stop Pernikahan Dini Melalui Penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(3), 2268. https://doi.org/10.31764/jmm.v6i3.8432

Natalia, I. W. (2016). Strategi Komunikasi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam Mensosialisasikan Pemahaman Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Kepada Remaja Menuju Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Jejaring Administrasi Publik, 8(1), 847–866. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-admp7a285be7c0full.pdf

Prakash, R., Singh, A., Pathak, P. K., & Parasuraman, S. (2011). Early marriage, poor reproductive health status of mother and child well-being in India. Journal of Family Planning and Reproductive Health Care, 37(3), 136–145. https://doi.org/10.1136/jfprhc-2011-0080

Roberto, I., Hubeis, A. V. S., Sarwoprasodjo, S., & Herawati, T. (2020). Kampanye sosial program pendewasaan usia perkawinan pada remaja di Kota Makassar [Social campaign of marriage age maturity program for teenagers in Makassar City]. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi Dan Pembangunan), 21(1), 53–69.

Sariani, N. M. A., Darmapatni, M. W. G., & Somoyani, N. K. (2020). Perbedaan Pengetahuan Mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan Sebelum Dan Sesudah Diberikan penyuluhan Pada Siswa Di Sma Negeri 2 Tabanan. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery), 8(2), 62–74.

Sawyer, S. M., Azzopardi, P. S., Wickremarathne, D., & Patton, G. C. (2018). The age of adolescence. The Lancet Child and Adolescent Health, 2(3), 223–228. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(18)30022-1

Triwahyuningtias, R. (2018). Pengaruh Penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas X SMAN 01 Banguntapan Bantul. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas ’Aisyiyah: Yogyakarta, 8.

UNICEF. (2023). Child Marriage. https://www.unicef.org/protection/child-marriage

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Erri Larene Safika, Ryzkita Pusparini, Muhammad Zhuhry Nuur Abdillah, Olivia Syahra Nuraini A.M., & Cahya Putri Ramadani. (2023). Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Pendewasaan Usia Perkawinan pada Siswa-siswi SMP IT Maarif, Sepaku : The Effect of Education on the Knowledge of Maturation of Marriage Age in SMP IT Al-Maarif Students, Sepaku. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 14(2), 99–105. https://doi.org/10.51888/phj.v14i2.219

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.