Hubungan Sikap, Pengetahuan K3, dan Pengawasan dengan Tindakan Tidak Aman pada Pekerja Lapangan Mining Operation Division PT. Kaltim Prima Coal
The Relationship between Attitude, Occupational Health and Safety Knowledge, and Supervision with Unsafe Actions among Field Workers in the Mining Operation Division of PT. Kaltim Prima Coal
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v7i1.482Keywords:
Tindakan Tidak Aman, Kecelakaan Kerja, pertambangan, kesehatan keselamatan kerja, pekerja lapanganAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sikap, pengetahuan K3, dan pengawasan dengan tindakan tidak aman pada pekerja lapangan Mining Operation Division PT Kaltim Prima Coal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 pekerja lapangan yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian terdahulu dan disesuaikan dengan karakteristik pekerja lapangan. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan kriteria r hitung lebih besar dari r tabel. Seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan batas minimal 0,70. Nilai reliabilitas variabel pengetahuan K3 sebesar 0,793, sikap 0,734, pengawasan 0,735, dan tindakan tidak aman 0,800, sehingga seluruh instrumen reliabel. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi perilaku kerja aman dan tidak aman. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan 94 responden (94 persen) memiliki perilaku kerja aman, sedangkan 6 responden (6 persen) memiliki perilaku kerja tidak aman. Pengetahuan K3 berhubungan signifikan dengan tindakan tidak aman dengan tingkat hubungan cukup (rs=0,522; p=0,001). Sikap (rs=-0,036; p=0,721) dan pengawasan (rs=-0,025; p=0,802) tidak berhubungan signifikan. Penelitian menyimpulkan sebagian besar pekerja memiliki perilaku kerja aman. Pengetahuan K3 menjadi faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman, sedangkan sikap dan pengawasan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain berbeda, melibatkan sampel lebih besar, serta menambahkan variabel organisasi, budaya keselamatan, kepatuhan prosedur, dan kondisi lingkungan kerja untuk memperoleh gambaran faktor risiko yang lebih komprehensif dalam konteks operasi pertambangan berskala besar dan kompleks.
This study aims to analyze the relationship between attitudes, knowledge of OHS, and supervision with unsafe acts among field workers in the Mining Operation Division of PT Kaltim Prima Coal. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 100 field workers selected based on research criteria. Data were collected using a questionnaire adopted from previous research and adapted to the characteristics of field workers. The instrument has been tested for validity and reliability. The validity test used Pearson Product Moment correlation with the criterion of calculated r greater than r table. All questions were declared valid. The reliability test used Cronbach's Alpha with a minimum limit of 0.70. The reliability value of the OHS knowledge variable was 0.793, attitude 0.734, supervision 0.735, and unsafe acts 0.800, so all instruments were reliable. Data analysis included univariate analysis to describe the characteristics of respondents and the distribution of safe and unsafe work behaviors. Bivariate analysis used the Spearman Rank test with a significance level of 5 percent. The results showed that 94 respondents (94 percent) had safe work behaviors, while 6 respondents (6 percent) had unsafe work behaviors. Occupational Health and Safety (OHS) knowledge was significantly associated with unsafe acts with a moderate correlation (rs=0.522; p=0.001). Attitude (rs=-0.036; p=0.721) and supervision (rs=-0.025; p=0.802) were not significantly associated. The study concluded that most workers exhibit safe work behaviors. Occupational Health and Safety (OHS) knowledge was a factor associated with unsafe acts, while attitude and supervision did not show a significant relationship. It is recommended that future research use different designs, involve larger samples, and include organizational variables, safety culture, procedural compliance, and work environment conditions to obtain a more comprehensive picture of risk factors in the context of large-scale and complex mining operations.
References
Agustiya, H., Listyandini, R., & Ginanjar, R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja. Promotor, 3(5), 473–487.
Firdaus, A. R., Saraswati, D., & Gustaman, R. A. (2023). Analisis kualitatif faktor perilaku seksual pranikah remaja berdasarkan teori perilaku Lawrence Green (studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya). Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 19(2), 75–92.
Hasanah, D. T., Ramdan, I. M., Hardianti, D. N., & Lestari, I. A. I. D. (2024). Examining the impact of knowledge, supervision, and work fatigue on unsafe actions among warehouse workers. Jurnal Penelitian, 21(1), 1–8.
Juwarsih, N. (2022). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di PT XYZ tahun 2022 (Skripsi, Universitas Binawan).
Larasatie, A., Fauziah, M., Dihartawan, D., Herdiansyah, D., & Ernyasih. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja produksi PT X. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 2(2), 133–146.
Septiana, D. A., & Mulyono. (2014). Faktor yang mempengaruhi unsafe action pada pekerja di bagian pengantongan urea. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 3(1), 25–34.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Utami, S. A. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian produksi tambang PT Arteria Daya Mulia Kota Cirebon tahun 2021. Journal of Health Research Science, 1(2), 83–89.
Wibawa, P. A., Ani, N., & Sari, D. P. (2024). Analisa kecelakaan di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur menggunakan Generic Error Modeling System (GEMS). MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(5), 2081–2093.
Williams, J. H., & Geller, E. S. (2000). Behavior-based intervention for occupational safety: Critical impact of social comparison feedback. Journal of Safety Research, 31(3), 135–142.
Yusfita, E. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada pekerja bagian produksi PT Batanghari Barisan tahun 2021. Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS), 3(1).
Yusril, M., Alwi, M. K., & Hasan, H. (2020). Faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian produksi PT Sermani Steel. Window of Public Health Journal, 1(4), 370–381.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anggie Dia Gutami, Ida Ayu Indira Dwika Lestari, Dewi Novita Hardianti, Muhammad Sultan, Rifdah Wardani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.