Analisis Kesehatan Udara di Rumah Sakit Umum Daerah Banggai Kabupaten Banggai Laut

Air Health Analysis at the Banggai Regional General Hospital Banggai Laut Regency

Authors

  • Maria Kanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Luky Dwi Intari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Dwicahya Bambang Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v14i1.173

Keywords:

Suhu, kelembaban, pencahayaan, mikrobiologi, rumah sakit

Abstract

Interaksi rumah sakit dengan manusia dan lingkungan dapat menyebabkan masalah kesehatan lingkungan yang ditandai dengan indikator menurunnya kualitas media kesehatan lingkungan di rumah sakit seperti media air, udara, pangan, sarana, bangunan serta vektor dan binatang pembawa penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran terhadap kesehatan udara dalam hal ini suhu, kelembaban, pencahayaan, dan mikrobiologi udara  dalam ruangan sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 7 Tahun 2019. Tujuan  penelitian adalah untuk menganalisis kesehatan udara di RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut yang dilakukan pada bulan Juni- Juli Tahun 2022. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi adalah semua ruangan pelayanan dan perawatan. Sampel adalah 12 ruangan pelayanan dan perawatan. Metode pengumpulan data dengan melakukan pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan di 12 ruangan pelayanan dan perawatan. Sedangkan untuk pengukuran kualitas mikrobiologi udara di mana sampel diambil di ruang operasi selanjutnya di bawah ke laboratorium untuk dianalisis angka kuman. Data dianalisis denganmenggunakan teknik  analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil pengukuran kesehatan udara dari 12 ruangan: parameter suhu terdapat 3 ruangan memenuhi syarat (25 persen), 9 ruangan tidak memenuhi syarat (75 persen). Parameter kelembaban 2 ruangan memenuhi syarat (16,7 persen), 10 ruangan tidak memenuhi syarat (83,3 persen). Parameter pencahayaan keseluruhan tidak memenuhi syarat (100 persen). Hasil analisis mikrobiologi udara ruang operasi memenuhi syarat (100 persen). Saran kepada direktur RSUD Banggai untuk bisa memaksimalkan sarana dan prasarana terkait suhu, kelembaban, pencahayaan di ruangan agar pasien dan pengunjung merasa nyaman berada di ruangan RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut, serta melakukan pengukuran kesehatan udara secara berkala setiap 6 bulan sekali.   Hospital interaction with humans and the environment can cause environmental health problems which are marked by indicators of decreasing quality of environmental health media in hospitals such as water, air, food, facilities, buildings and disease-carrying vectors and animals. Therefore it is necessary to measure the health of the air in this case temperature, humidity, lighting and indoor air microbiology as regulated in Permenkes No. 7 of 2019. The aims of the research was to analyze air health in the Banggai Hospital, Banggai Laut Regency which was carried out in June-July 2022. The type of research is descriptive. The population is all service and treatment rooms. Samples are 12 service and treatment rooms. The data collection method is by measuring temperature, humidity, lighting in 12 service and treatment rooms. As for the measurement of air microbiological quality, samples were taken in the operating room and then sent to the laboratory to analyze the number of germs. Data were analyzed using descriptive analysis techniques and presented in the form of tables and narratives. The results of air health measurements from 12 rooms: the temperature parameter contained 3 rooms that met the requirements (25 percent), 9 rooms that did not meet the requirements (75 percent). The humidity parameters for 2 rooms met the requirements (16.7 percent), 10 rooms did not meet the requirements (83.3 percent). The overall lighting parameters do not meet the requirements (100 percent). The results of the air microbiological analysis of the operating room met the requirements (100 percent). Advice to the director of Banggai Hospital to be able to maximize facilities and infrastructure related to temperature, humidity, lighting in the room so that patients and visitors feel comfortable in the Banggai Hospital room, Banggai Laut Regency. As well as measuring air health periodically every 6 months.

References

Arikunto, S. 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

https://repository.binawan.ac.id/279/1/K3%20-%20ERIKA%20-%202018%20repo.pdf. Diakses pada tanggal 25 Juni 2018

Husain. (2010). Identifikasi Mikroorganisme Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Banggai. Universitas Tompotika Fakultas Kesehatan Masyarakat, Luwuk.

Jayanti, A. (2016). Studi penyehatan udara di SMA N 1 Karangmojo Gunung Kidul. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Julian Noya, L. Y., Wahyuningsih, N. E., & Joko, T. (2020). PEMERIKSAAN KUALITAS UDARA RUANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN DI RUANG OPERASI RUMAH SAKIT SUMBER HIDUP DI KOTA AMBON 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(5), 679-686. https://doi.org/10.14710/jkm.v8i5.27927

Sari, Y. W., Rahadiyanti, M., & Atmaka, D. R. (2021). Evaluasi Suhu dan Kelembapan Ruang Pengolahan dan Ruang Distribusi Instalasi Gizi di Rsud Kabupaten Sidoarjo. Amerta Nutrition, 5(1), 68–74. https://doi.org/10.20473/amnt.v5i1.2021.68-74

Kemenkes RI. (2017). Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2016.

Kepmenkes Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Kepmenkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Jakarta2004.

Kemenkes RI. (2002). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1335/Menkes/SK/X/2002. Standar Operasional Pengambilan Dan Pengukuran Kualitas Udara Ruangan Rumah Sakit

Lakitan, Benyamin. (2010). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: RajawaliPers.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Parhusub. 2005. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Nosokomial Serta Pengendaliannya di BHG UPF Paru Rumah Sakit Dr. Pringadi/Lab Penyakit Paru FK-USU. Medan.

Sugiarto. (2003). Pencemaran Udara. http://helpingpoepleideas.com, Dinkes tanggal 28/07.

Soedomo, Moestikahadi. (2001). Pencemaran Udara. ITB, Bandung.

Sukar. (2004). Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Penerbit ITB, Bandung.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Kanan, M., Intari, L. D., & Bambang, D. (2023). Analisis Kesehatan Udara di Rumah Sakit Umum Daerah Banggai Kabupaten Banggai Laut: Air Health Analysis at the Banggai Regional General Hospital Banggai Laut Regency. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 14(1), 31–40. https://doi.org/10.51888/phj.v14i1.173

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>